Minggu, 29 Oktober 2017

Muallim Haji Darip dan KH.M. Hasan Armin Banten



Dikisahkan dari putra ketiga daripada Muallim Haji Darip yakni H.Qomaruddin dengan dua orang rekannya yakni H.Farah dari Kp.Tanah 80, KH. Thohir Cipinang Muara.
Pada tahun 1971 mereka bertiga pergi ke daerah Banten, Kemudian mereka singgah di pondok pesantren di desa Cibuntu Pandeglang Banten peninggalan salah satu Ulama besar Banten yang bernama KH. Muhammad Hasan Armin yang biasa dipanggil Abuya Armin. Mereka bertiga pun pergi menghadap dan menemui Abuya Armin. Setelah mereka bertiga berjumpa dengan Abuya, kemudian mereka bertiga diberi satu cerita singkat/riwayat tanah Banten pada masa penjajahan 1945 - 1949, dan adanya hubungan (kongsi) dengan salah satu tokoh pejuang dari Klender yakni Muallim Haji Darip. Seraya Abuya Armin berkata kepada mereka bertiga, "Haji Darip itu Wali Alloh". Dan Abuya menjelaskan, bahwasanya pada masa penjajahan dulu itu di tanah Banten luar biasa ketat penjagaan bala tentara Nica dan Inggris. Namun, Muallim Haji Darip bisa datang seorang diri memenuhi permintaan Abuya Armin menempuh jarak antara Klender dan Banten itu dalam waktu/kecepatan yang tidak disangka oleh Abuya. Banten waktu itu sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia, masih merupakan hutan-hutan yang lebat dan jarak tempuh yang cukup jauh dengan Klender. Namun Abuya Armin bisa menjalin hubungan komunikasi, berkongsi, berjanjian untuk ketemuan, dan mengatur waktu, dengan Muallim Haji Darip yang padahal masa itu belum ada telpon celular atau alat komunikasi apapun. Pertemuan mereka seperti pertemuan para Wali Alloh yang dianugerahi ilmu yang langsung diberikan kepada mereka dengan izin dan sebagai karunia Alloh Swt, Wallohu A'lam.
Semoga Bermanfaat...aamiin.,

(Bersambung).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenang dan Meluruskan Sejarah Muallim Haji Darip dan Pertempuran Klender 1945

Di Klender, Klari, Bekasi, Kebayoran lama, Tangerang, dan daerah Banten, para Kyai, dan Alim Ulama mulai menyusun kekuatan untuk menentang ...