Seiring dengan berkepanjangannya tulisan-tulisan yang bersifat tendensius di media sosial mengenai Muallim Kyai Haji Darip kami mengajak dan menghimbau bagi siapa saja yang ingin menulis artikel di dunia maya dan media sosial lainnya atau melakukan riset, penelitian untuk karya ilmiah tentang kiprah pejuang kemerdekaan asal betawi Muallim Kyai Haji Darip Klender untuk mencermati beberapa literatur sejarah yang ada di blog ini yang direkomendasikan pihak keluarga Muallim Kyai Haji Darip.
Selasa, 31 Oktober 2017
Muallim Haji Darip Diantara Berkas dan Atlas (Kaca Mata Dunia)
Berkas yang menandakan bahwa Muallim Haji Darip yang peran perjuangannya sangat besar yang di baktikan untuk bangsa dan negara pada masa sebelum dan sesudah revolusi fisik melawan penjajah Jepang dan Belanda. Pemimpin BARA (Barisan Rakyat) Indonesia di Jakarta (Klender), Pemimpin BPRI (Barisan Perang Rakyat Indonesia) Jakarta raya di Cikarang (Bekasi), Pemimpin laskar Banteng Hitam (arsip Belanda), dalam arsip DHD 45 Jakarta berpangkat Letnan Kolonel.Penasehat Batalyon AMPI Divisi 1 Siliwangi Di Purwakarta Jawa Barat dan julukan Generalismo Klender 1945 dengan kata lain Panglima Perang.
Generalismo, menurut Gusman Natawidajaja (G.J. Nawi) seorang penulis buku maen pukulan pencak silat khas betawi terbitan O'ong Maryono pencak silat award, kata Generalismo itu di ambil dari bahasa Italia yang artinya panglima gabungan militer tertinggi yang istilahnya biasa di gunakan oleh kalangan sayap-sayap militer negara yang sedang berontak. Kedudukan Generalismo di zaman penjajahan Jepang di Indonesia kira-kira setingkat dengan jenderal Imamura pemimpin pasukan Gunseikan Jepang di tanah Jawa. "Pantes Jadi Orang Buruan Nomor Satu Di Jakarta", Kata Gusman setelah mengetahui julukan Muallim Haji Darip berdasarkan arsip DHD 45 Jakarta. Begitu pula dalam arsip/catatan sebuah koran media masa yang beredar di Australia yang terbit pada 03 desember 1945 bernama The Sydney Morning Herald terkait berita jatuhnya pesawat RAF Dakota Inggris di Rawa gatel Cakung dan pembunuhan terhadap 22 tentara Inggris di kali Bekasi, mengutip keterangan seperti di bawah ini :
"Inggris dan Belanda di Jawa Barat tahu, Haji Darip seorang Jenderal Indonesia sebagai musuh ekstremis nomor satu yang dipercaya menjadi pemimpin sekitar 6000 pengikut/anak buah yang memakai kaos/baju putih dan termasuk anggota masyarakat rahasia Jawa. Sebagian besar pemuda diliputi oleh fanatisme religius yang hebat yang telah bersembunyi di bagian selatan Batavia sejak pertempuran dimulai. Selengkapnya di, (https://javapost.nl/2012/01/25/bekasi-een-brits-rawagede/).
Namun setelah wafatnya, berkas catatan inilah (pangkat kapten) yang di tulis dan di berikan pihak pemerintah terkait, kepada Muallim Haji Darip.
Kini kita semua tahu, dan benar-benar menyaksikan niat dan ketulusan
Muallim Haji Darip dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia 1945 itu adalah betul-betul ikhlas hanya karna Alloh Swt. Begitu pula ahli waris Muallim Haji Darip, tak pernah memikirkan dan mempersoalkan pangkat dan jabatannya, karna sudah menjadi wasiatnya. Akan tetapi bukan berarti bisa sembarang dan memperlakukan semau-maunya kepada Muallim Haji Darip dan keluarganya,pent., terutama dalam hal penulisan sejarah sekitar proklamasi kemerdekaan 1945 di Jakarta dan sekitarnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenang dan Meluruskan Sejarah Muallim Haji Darip dan Pertempuran Klender 1945
Di Klender, Klari, Bekasi, Kebayoran lama, Tangerang, dan daerah Banten, para Kyai, dan Alim Ulama mulai menyusun kekuatan untuk menentang ...
-
🔊 Biografi Singkat Murid-murid Muallim Haji Darip Klender Rohimahullohu Ta'ala. ☝Kong Imam Sya'fi'ie Jawara Pejuang Daerah...
-
Oleh : GJ. Nawi (Gusman Natawidjaja) - Maen Pukulan H.Darip Klender Kampung Klender merupakan rawa-rawa tak bertuan. Riwayat keberad...
-
Dikisahkan dari putra ketiga daripada Muallim Haji Darip yakni H.Qomaruddin dengan dua orang rekannya yakni H.Farah dari Kp.Tanah 80, KH...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar