Kamis, 23 November 2017

Kisah Muallim Haji Darip dengan Pengawal Bung Karno

Sekali peristiwa, polisi pengawal pribadi selesai mengawal Bung Karno dan Bung Hatta dalam perjalanan ke Lemahabang. Di tengah jalan di stop oleh orang-orang bersenjata dan berusaha melucuti kami. Mereka menganggap perjalanan menuju Jakarta sangat berbahaya dan mungkin senjata kami akan dirampas oleh tentara Belanda. Mereka kemudian diberitahu bahwa kami adalah pengawal Presiden dan Wakil Presiden RI dan kalau tentara Belanda melucuti kami, maka kami akan melawan. Tidak jelas dari kesatuan apa mereka ini dan apakah mereka berniat jahat. Namun beberapa hari kemudian kami mendapat kiriman beras dari mereka yang jumlahnya cukup banyak. Pengiriman itu dengan kereta api dan tiba di stasiun Jatinegara. Ternyata mereka anak buah Haji Darif pemimpin rakyat Klender. Karena gerbong beras itu akan dirampok orang - maklum Jakarta sedang kekurangan beras - gerbong itu dipindah ke stasiun Manggarai yang letaknya lebih dekat dengan asrama kami. Dari stasiun Manggarai beras tersebut diangkut dengan truk ke asrama. Untuk sementara kami tidak kekurangan makan lagi.


Sumber : Kesaksian Tentang Bung Karno 1945 - 1967, Mangil Martowidjojo, Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia 1999, Halaman.17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenang dan Meluruskan Sejarah Muallim Haji Darip dan Pertempuran Klender 1945

Di Klender, Klari, Bekasi, Kebayoran lama, Tangerang, dan daerah Banten, para Kyai, dan Alim Ulama mulai menyusun kekuatan untuk menentang ...